
WASHINGTON, KAMIS - Bukti baru menunjukkan Amerika Utara sudah dihuni sejak 14.000 tahun lalu alias sekitar 1000 tahun lebih awal dari catatan sejarah sebelumnya. Tahukah Anda kalau jejak penduduk tertua di sana bukan dari fosil tulang-belulang manusia, melainkan dari fosil kotorannya.
“Ini merupakan pertama kalinya kami dapat melacak jejak manusia secara pasti dan mereka 1000 tahn sebelum Clovis,” ujar Dennis L Jenkins, arkeolog dari University Oregon. Clovis adalah nama kebudayaan prasejarah tertua di Amerika Utara yang berkembang sejak 13.500 tahun lalu dan banyak diketahui dari barang-barang peninggalannya berupa mata-mata tombak dari batu yang khas. Sementara fosil kotoran ini berusia sekitar 14.340 tahun.
Kotoran berusia puluhan ribu tahun yang sudah mengeras menjadi batu itu ditemukan dari sebuah gua di Oregon. Kode DNA yang diukur dari kotoran tersebut mirip dengan sifat genetika penduduk yang saat ini tinggal di Siberia dan Asia Timur.
Wilayah Amerika Utara diyakini sebagai gerbang penyebaran manusia ke Benua Amerika. Para pakar sejarah di seluruh dunia saat ini memperkirakan manusia mulai memasuki Benua Amerika melalui Amerika Utara dari Asia melalui jalur darat yang menghubungkan Alaska dan Siberia.
Di samping fosil kotoran, arkeolog juga menemukan sejumlah artifak di dalam gua. Jenkins memperkirakan orang-orang prasejarah itu hanya tinggal di gua tersebut beberapa hari sebelum bergerak ke lokasi lainnya.
Dari fosil kotoran atau disebut coprolite tersebut para arkeolog bahkan dapat mempelajari diet makanan penduduk tertua Amerika. Dalam kotoran tersebut ditemukan jejak tulang bajing, rambut bison, ikan, protein dari burung, anjing, dan rumput-rumputan.(AP/WAH)
dari : kompas.com
“Ini merupakan pertama kalinya kami dapat melacak jejak manusia secara pasti dan mereka 1000 tahn sebelum Clovis,” ujar Dennis L Jenkins, arkeolog dari University Oregon. Clovis adalah nama kebudayaan prasejarah tertua di Amerika Utara yang berkembang sejak 13.500 tahun lalu dan banyak diketahui dari barang-barang peninggalannya berupa mata-mata tombak dari batu yang khas. Sementara fosil kotoran ini berusia sekitar 14.340 tahun.
Kotoran berusia puluhan ribu tahun yang sudah mengeras menjadi batu itu ditemukan dari sebuah gua di Oregon. Kode DNA yang diukur dari kotoran tersebut mirip dengan sifat genetika penduduk yang saat ini tinggal di Siberia dan Asia Timur.
Wilayah Amerika Utara diyakini sebagai gerbang penyebaran manusia ke Benua Amerika. Para pakar sejarah di seluruh dunia saat ini memperkirakan manusia mulai memasuki Benua Amerika melalui Amerika Utara dari Asia melalui jalur darat yang menghubungkan Alaska dan Siberia.
Di samping fosil kotoran, arkeolog juga menemukan sejumlah artifak di dalam gua. Jenkins memperkirakan orang-orang prasejarah itu hanya tinggal di gua tersebut beberapa hari sebelum bergerak ke lokasi lainnya.
Dari fosil kotoran atau disebut coprolite tersebut para arkeolog bahkan dapat mempelajari diet makanan penduduk tertua Amerika. Dalam kotoran tersebut ditemukan jejak tulang bajing, rambut bison, ikan, protein dari burung, anjing, dan rumput-rumputan.(AP/WAH)
dari : kompas.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar